Pemasaran Berjenjang (Multi Level Marketing) VS Permainan Uang (Money Game)

 

Pemasaran Berjenjang (Multi Level Marketing) VS Permainan Uang (Money Game) 

Multi Level Marketing (Pemasaran Berjenjang) atau sering disebut MLM Sejak dari dulu memang sudah menjadi trending topik di seluruh dunia. Di satu sisi ada yang mengatakan bahwa MLM itu penipuan. Ada juga yang mengatakan bahwa MLM itu wajar-wajar saja. Dan ada pula yang mengatakan bahwa MLM itu menjanjikan.
Muncul pertanyaan,
Terus mana yang benar?
Gitu kan?
Ya sebenarnya, mereka yang mengatakan bahwa MLM penipuan, tidak salah. Mereka yang mengatakan MLM wajar-wajar saja, juga tidak salah. Dan mereka yang mengatakan MLM menguntungkan juga tidak salah.
Hehe..
Nah loh apa sih MLM yang sebenarnya itu?
Seringkali orang tidak tahu tentang MLM yang sebenarnya sehingga banyak orang yang salah mengartikannya bahkan menjustifikasi bahwa MLM itu penipuan.
Sebagian orang tahu tentang MLM yang sebenarnya sehingga mereka mengatakan bahwa MLM itu wajar-wajar saja.
Dan sebagian orang lainnya telah sukses menjalankan bisnis MLM atau mereka yang terdoktrin MLM palsu, sehingga mereka mengatakan bahwa MLM itu menjanjikan.
Nah.. sebenarnya pembahasannya ada disini, yaitu antara MLM Asli dengan MLM Palsu. Atau Pemasaran Berjenjang dengan Permainan Uang
Jadi begini ceritanya
Konon katanya bisnis MLM sudah ada sejak tahun 1920-an.
Menurut Pareja, Sergio (2008) Pada tahun 1930-an bisnis MLM ini digunakan oleh perusahaan Nutrilite atau California Perfume Company yang menjual produknya “Avon Products”.
Menurut Attri, Rekha (2011) Bisnis MLM sudah ada pada tahun 1960-an.
Dan menurut Stockstill, Lowell E. (1985) pada akhir 1970-an Bisnis dengan model MLM sangat populer di Amerika Serikat.
Model MLM pada masa ini sesuai dengan Peraturan yang umumnya digunakan untuk Pemasaran berjenjang yaitu dengan memanfaatkan konsumen sebagai agen (tenaga penyalur secara langsung). Harga produk yang ditawarkan pada tingkat konsumen adalah gabungan antara harga produksi dan komisi sebagai balas jasa atas kelancaran distribusi.
Komisi yang didapatkan dalam pemasaran berjenjang (MLM) dihitung dengan banyaknya jasa distribusi yang secara otomatis terjadi ketika bawahan (downline) melakukan pembelian barang. Dan komisi yang lain akan didapatkan oleh upline ketika dia berhasil merekrut anggota baru (downline)
Tapi di Indonesia, memberikan bonus atas jasa perekrutan dilarang oleh pemerintah. Larangan itu tertera dalam Permendag No 13 tahun 2006 Bab I Pasal 1 ayat 11 (Silahkan dibaca sendiri red)
Dari sedikit pemaparan di atas adalah gambaran MLM yang murni, terutama MLM yang sesuai dengan permendag.
Jadi MLM yang asli itu lebih mengutamakan transaksi, bukan mengutamakan perekrutan anggota. Karena bonus hanya akan didapatkan ketika transaksi dilakukan oleh downline. Dan biaya pendaftaran untuk menjadi anggota perusahaan adalah gratis alias tidak bayar sama sekali.
Contoh sederhananya adalah bisnis pulsa.
Bisnis pulsa biasanya dilakukan dengan sistem Pemasaran Berjenjang (MLM). Seperti ini gambarannya.
Operator – server pulsa All Operator – master dealer – agen – agen – agen – dst
Operator adalah bos utama dia menjual pulsa ke server pulsa dengan harga yang murah. Maklumlah dia kan produsennya hehe
Server Pulsa
Server pulsa, kita anggap saja sebagai manajer yang mengatur semua yang dibutuhkan oleh karyawan. Biasanya server pulsa mengumpulkan saldo dari semua operator dan bekerja sama dengan ppob (pembayaran tagihan pln dl).
Mengumpulkan saldo artinya server membeli saldo dari operator, bekerja sama dengan ppob artinya bekerja sama dalam hal jasa.
Server pulsa mengatur sedemikian rupa dengan menggunakan berbagai macam peralatan server, dari mulai komputer sampai chip semua operator. Semuanya diatur menggunakan sistem otomatis yang nantinya akan digunakan untuk bertransaksi 24 jam non stop.
Intinya server pulsa itu yang mengatur segalanya dan kemudian menawarkan produk olahannya yaitu berbentuk saldo ke master dealer yang nantinya bisa digunakan oleh untuk bertransaksi (menjual pulsa, pembayaran pln dan sebagainya) dengan harga yang lebih tinggi dari pada harga dari operatornya. Harga itu diambil dari biaya pengelolaan dll.Biasanya selisih 200-400 rupiah (sedikit banget ya?)
Nah, dari server mulai menerapkan sistem Pemasaan Berjenjang. Server pulsa biasanya memberikan dua pilihan kepada master dealer, dengan sistem pemasaran berjenjang atau sistem ke-agenan.
Sistem pemasaran berjenjang berarti untung akan didapatkan oleh master dealer ketika agen melakukan transaksi penjualan pulsa. Sedangkan dalam dalam penjualan saldo, master dealer tidak mengambil keuntungan sepeserpun. Jadi jika agen membeli saldo 50 ribu, bayarnya sesuai dengan nominal saldo tersebut yaitu 50 ribu.
Master dealer hanya akan mendapatkan Untung jika agen telah melakukan transaksi penjualan pulsa. Jadi pas ada orang yang membeli pulsa di agen, master dealer baru dapet keuntungan, dan keuntungannya pun relatif kecil, dari mulai 25 hingga 500 (kecil banget kan?) Itupun masih dalam bentuk saldo bukan uang rupiah.
Sedangkan sistem keagenan berarti master dealer mangambil keuntungan langsung pada pembelian saldo. Dan master dealer tidak mengambil keuntungan di setiap transaksi agen.
Tapi biasanya para master dealer menggunakan sistem MLM. Namun demikian, sistem MLM pada server pulsa ini adalah sistem MLM yang murni, asli, dan bukan penipuan.
Bisa anda lihat beberapa alasan pendukung di berikut ini
Produk Pulsa
– Produk jelas
– Jelas manfaatnya
– Produk dibutuhkan oleh semua orang
– Produk banyak pesaingnya
– Harga produk sesuai harga pasaran
– Harga produk sebanding dengan manfaatnya
– dll
Dari alasan di atas sudah bisa kita simpulkan bahwa sistem MLM ini adalah sistem MLM yang sehat. Bukan permainan uang (money game).
Beberapa alasan bahwa bisnis pulsa bukan permainan uang
 – Untuk mendapatkan bonus harus ada transaksi
– Harga sesuai pasaran
– Gratis biaya pendaftaran
– dll
Bayangkan saja jika bisnis pulsa adalah permainan uang, tentunya harga pulsa di atas harga pasaran. Dan tentunya tidak akan ada pembelinya.
Contoh sederhana
Anda ingin membeli pulsa 5 ribu.
Di depan anda ada 2 konter yang jualan pulsa. Sebut saja konter A dan konter B.
Konter A menjual pulsa 5k dengan harga 6.000 rupiah
Sedangkan konter B menjual pulsa 5k dengan harga 6.100 rupiah
Konter mana yang akan anda pilih ketika anda ingin membeli pulsa?
Tentunya konter A kan? Walaupun selisih harganya hanya 100 rupiah, pasti anda akan membeli pulsa di konter A. Iya kan?
Nah, contoh tersebut menandakan bahwa bisnis pulsa yang seperti ini bukanlah money game. Selisih sedikit saja sudah tidak laku hehe…

Pemasaran Berjenjang (Multi Level Marketing) VS Permainan Uang (Money Game) 

Berbeda dengan sistem MLM yang membudaya di masyarakat sekarang ini. MLM Palsu Alias Permainan Uang (Money Game). Ya termasuk bisnis Money game yang mengikut sertakan produk pulsa. Tapi sebenarnya bukan bisnis pulsa yang sehat. Jadi hanya mengatasnamakan bisnis pulsa. Tapi di dalamnya mengandung unsur money game.
Untuk lebih jelasnya seperti ini
Money game (Permainan Uang)
Money game sistemnya hampir sama dengan MLM, namun di situ sebenarnya ada perbedaan yang sangat mendasar.

Ciri-ciri Money game

– Produk tidak jelas
– Tidak banyak dikenal oleh masyarakat
– Harga lebih mahal dibandingkan dengan produk sejenisnya
– Tidak di promosikan di forum publik
– dll
Kita sudah mengetahui dalam contoh bisnis MLM pulsa dan jika dibandingkan, bisnis pulsa dengan ciri-ciri bisnis money game di atas, tentunya sangat kontras perbedaannya.
Anda yang belum mengenal bisnis money game mungkin masih bingung. Coba anda cari di google tentang produk MLM. Pasti yang muncul adalah penipuan-penipuan dsb. Bagi anda yang sudah pernah mengenalnya, atau pernah bergabung, tentunya anda bisa melihat perbedaan tersebut.
Ya intinya seperti itulah hehe..
Kalau kita mengambil definisi MLM yang sesungguhnya, maka pernyataan yang menyatakan bahwa MLM adalah penipuan itu tidak benar.

 Ada beberapa cara untuk membedakan antara MLM dengan money game:

  1. Perusahaan MLM mempunyai SIUPL atau Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung. Ingat SIUPL Bukan SIUP  (Surat ijin Usaha Perdagangan) dan SIUPL di tempelkan pada produknya. Terkecuali produk pulsa dan sejenisnya.
  2. Perusahaan MLM mempunyai TDP (Tanda Daftar Perusahaan).
  3. Perusahaan MLM memiliki produk. Hati-hati dengan bisnis MLM jasa.

 Pemasaran Berjenjang (Multi Level Marketing) VS Permainan Uang (Money Game)

Jika anda belum mengetahui cara-cara di atas, anda bisa menyimak pengalaman saya berikut ini.

Pada tahun 2013, saya di ajak teman saya ke suatu tempat dengan tujuan yang tidak jelas. Dia hanya memberi tahu saya ingin mengajak ke suatu acara. Saya hanya mengiyakan, karena saya kira dia akan mengajak ke acara seminar/perkemahan/organisasi atau acara yang berkaitan dengan pendidikan, karena saat itu saya masih berstatus pelajar dan kebetulan suka ikut-ikut kegiatan organisasi.
Saya sempat berfikir, tumben sekali dia mengajak ke acara, padahal sudah 2 tahun tidak ada kabarnya.
Dan benar saya diajak ke suatu perkumpulan.
Yang menghadiri acara itu rata-rata pelajar dan mahasiswa.
Disitu mereka membentuk kelompok-kelompok 4 orang atau lebih dan di setiap kelompok ada orang yang bercerita entah apa yang dia ceritakan. Sekilas saya mendengar orang itu mengatakan bahwa mereka adalah organisasi. Mereka adalah tim yang siap membantu. Itu saja yang saya tangkap.
Oke, saya tampung informasi itu. Dan kebetulan acara sudah langsung akan dimulai. Mereka langsung berkumpul menjadi satu menghadap ke papan tulis. Seperti sekolah lesehan hehe..
Pembawa acara mulai membuka acara dengan bahasanya yang wah dan bersemangat, seperti pembawa acara di tv. Sekilas saya mengagumi hal itu.
Dengan bahasa yang menarik, sampailah pada poin utamanya yaitu prospek.
Saya terus memperhatikan cara penyampaiannya. Disini saya mulai curiga dengan kata-kata yang wahnya itu. Dan dia mulai berbicara tentang perusahaannya. Perusahaan yang katanya sangat bonafit dsb.
Sekarang tiba saatnya pemateri menyampaikan materinya, pembawa acara mempersilahkan pemateri untuk menyampaikan materinya. Pemateri muncul dari balik tirai, Peserta bertepuk tangan meriah.
Pemateri pertama adalah remaja perempuan usia SMA, dia tampil dengan mempesona bak seorang pengusaha yang sudah sukses dalam usahanya. Dia mulai bercerita ngalor ngidul (panjang lebar) tentang pengalamannya menjadi leader di perusahaan itu. Bagaimana dia bisa mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut dsb.
Intinya dia mengiming-imingi peserta agar ikut menjadi anggota.
Pemateri kedua adalah bapak-bapak yang katanya seorang ABK di kapal tapi dia rela meninggalkan profesinya demi menjalankan bisnis itu. Dan katanya gaji ABK lebih kecil jika di bandingkan dengan gaji bisnis itu.
Peserta semakin terbawa suasana.
Dan kemudian pemateri ketiga adalah seorang pemuda yang katanya sudah membeli motor yang keren, tapi kredit :D. Dengan bangganya dia memamerkan keberhasilannya mengkredit motor keren itu.
Pemateri yang satu ini semakin membuat peserta berhalusinasi dan semakin terbawa suasana.
Di menit-menit terakhir, dia menawarkan beberapa formulir yang jumlahnya lebih sedikit dari pada peserta yang ada. Khususnya peserta yang baru ikut. Dia mengatakan bahwa formulir tersebut terbatas hanya beberapa formulir saja, siapa cepat dia dapat.
Karena jumlahnya sedikit, banyak peserta yang berebutan untuk mendapatkannya.
Di sisi lain ada peserta yang hanya diam di tempat dan tidak menunjukkan ketertarikannya, termasuk saya sendiri hehe…
Dan setelah formulir itu habis, maka pemateri terakhir itu undur diri.
Pembawa acara keluar dari balik tirai dan menutup acara prospek.
Karena waktu sudah sore, saya segera berdiri bermaksud menemui teman saya dan izin pulang dulu.
Tapi, sebelum saya izin pulang ternyata dia bertanya-tanya dan kebetulan disana juga ada leader lain. Saya diajak ngobrol, Terpaksa saya mengurungkan niat untuk pulang.
Dia bertanya bak seorang motivator yang siap membantu setiap keluhan saya. Dia bertanya, saya menjawab, dia memberi solusi. Dia bertanya lagi, saya menjawab lagi, dia memberi solusi dst. Sampai dia kewalahan dan saya izin pulang.
Apa sih yang membuat saya tidak tertarik dengan bisnis itu?

Yang pertama, saya tidak suka dengan penyampaian pemateri yang berlebihan.

Yang kedua, saya tidak bisa berfikir tentang penghasilan yang akan saya dapatkan. Artinya saya tidak percaya dengan gaji yang di berikan oleh perusahaan itu.

Yang ketiga, dari pengalaman pemateri, saya merasa bahwa dia adalah orang bodoh yang mau melepaskan pekerjaannya demi menjalankan bisnis itu. Pertanyaan saya kenapa tidak dua-duanya saja dijalankan semua?

Yang keempat, saya tidak suka dalam penyampaian materi menggunakan dalil-dalil alquran, tapi untuk penipuan. Formulir habis, tapi pas saya mau pulang masih ditawarin untuk bergabung. Dikira saya anak kecil hhe..

Yang kelima, penyampaian tidak sesuai kenyataan, mereka mengatakan sudah menghasilkan sesuatu, tapi tidak ada bukti nyatanya.

Yang keenam, saya sudah dua kali mendengar bisnis ini, dan banyak orang yang mengatakan bahwa bisnis itu penipuan, sehingga saya sudah waspada sejak dari awal. Hhe

Yang ketujuh, saya tidak pernah mendengar produk yang ditawarkan oleh perusahaan itu, produk itu sangat asing dan saya kira produk itu tidak dikenal oleh masyarakat. Muncul pertanyaan, bagaimana saya bisa menjual produk itu? kemana saya harus menjualnya?

Yang Kedelapan, harga produk itu sangat mahal. Saya tidak punya modal.

Yang kesembilan, katanya menjalankan bisnis perusahaan itu sangat menjanjikan, kenapa hanya untuk membantu membayar pendaftaran jadi anggota saja mereka tidak menyanggupinya dengan alasan yang mengada-ada.

Logikanya kan kalsu memang bisnis itu menghasilkan ya paling tidak bisa membantu anggota baru untuk mendaftar, lha wong dalam 6 hari pendapatannya sudah melebihi biaya pembayaran untuk menjadi anggota.

Yang kesepuluh, ketika saya menanyakan tentang penghasilan, teman saya mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan penghasilan. Tapi pas saya minta buktinya, dia tidak menunjukkannya, dan banyak alasan.

Yang kesebelas, kenapa mereka mengajak saya bergabung, bukan mengajak saya untuk menjual? (Ya iyalah, wong penghasilannya itu dari merekrut anggota)

Yang kedua belas, mereka menyarankan peserta untuk menggadaikan barang atau hutang dulu bagi yang belum mampu. (Wah ngajarin yang nggak bener nih).

Yang ketiga belas, Katanya bisnis ini bisa diwariskan, (iya diwariskan hutangnya soalnya nggak bisa bayar hutang hhe)

Yang keempat belas, saya bingung, kenapa mereka tidak membuat perusahaan sendiri saja? Padahal lebih bonafit lagi tuh pastinya.

Yang kelima belas, perusahaan itu adalah perusahaan asing, (enak saja mau membodohi orang pribumi) saya merasa bahwa mereka cuma dibodohin.

Ya intinya mereka itu terlalu muluk-muluk dan saya memang tidak suka dengan yang muluk-muluk tapi pas diminta buktinya satu saja tidak bisa membuktikannya. Intinya Nol besar.
Sebenarnya saya hanya ingin melihat hasil rekap tabungannya. Mudahkan, hanya foto tuh buku tabungannya dan kirim lewat inbok fb, selesai kan? Kenapa dia tidak melakukannya? Padahal komunikasi saja lewat fb. Saya lihat jam, oh jam pelajaran. Saya maklumi lah, mungkin buku tabungannya tidak di bawa. 
Saya tunggu sampai malam, belum ada kabar, esok harinya saya tanya, tidak dijawab. Dua hari setelahnya, belum juga memberikan bukti.
Langsung saya eliminasi dari daftar harapan saya hehe…
Berarti hanya omong kosong.
***

Pemasaran Berjenjang (Multi Level Marketing) VS Permainan Uang (Money Game) 

Pada tahun 2016 saya iseng-iseng mencari informasi tentang harga pulsa, karena saya bermaksud untuk jualan pulsa. Saya browsing sana-sini dan akhirnya berhenti pada salah satu website server pulsa.
Saya memastikan bahwa website server pulsa ini bukanlah penipuan. Yang pertama saya tuju adalah laman tanya jawab. Disitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh konsumen. Saya cek jam komentar, oke sip sangat update, masih beberapa menit yang lalu, dan pihak server juga sangat tanggap dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh konsumen.
Saya pastikan tidak ada rekayasa, dan saya langsung meluncur ke laman harga, fasilitas, cara bertransaksi dsb, sampai pada laman pendaftaran.
Yang saya lihat yang pertama adalah Pendaftaran GRATIS.
Saya langsung mendaftar. Mendapat pemberitahuan pendaftaran sukses dan informasi ID, pin untuk transaksi, serta informasi pendukung lainnya.
Yang menarik disini adalah server pulsa membuka untuk siapa saja bisa mendaftar menjadi anggotanya secara langsung tanpa harus melalui master dealer ataupun agen. Jadi siapa saja bisa menjadi master dealer.
Dan pastinya master dealer tidak bisa seenaknya memperlakukan agen dengan semaunya.
Untuk lebih jelasnya seperti ini.
Saat ini status saya adalah master dealer. Sebenarnya tanpa saya membeli saldo, tanpa saya mentransfer saldo ke agen pun saya bisa mendapatkan bonus.
Dengan syarat, saya mendaftarkan orang sebagai agen sekaligus downline saya. Dan agen tersebut membeli saldo langsung ke server pulsa. Bonus akan saya  dapatkan ketika agen saya melakukan transaksi. Bonus tersebut adalah selisih harga pulsa yang saya tetapkan pada saat saya mendaftarkan agen tersebut.
Tapi, di situ saya harus sedikit merahasiakan informasi, karena jika agen (downline) mengetahui informasi tersebut tentunya dia akan memutuskan untuk mendaftar ke server sendiri daripada menjadi agen saya, disamping harganya lebih murah, pelayanannya juga mudah.
Oke, saya anggap saya berhasil menyembunyikan informasi. Tapi, ketika suatu saat nanti ada masalah yang tak terduga-duga, mungkin servernya bermasalah dsb, sedangkan saya tidak tahu apa-apa. Iya kalau saldo agen masih tergolong sedikit, kalau jumlahnya sudah ratusan juta? Dan jumlah agen sudah ratusan agen? Apakah saya dapat bertanggung jawab dan menanggung resikonya? Tentunya tidak kan?
Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa untuk menghasilkan keuntungan, saya perlu terjun ke bisnis itu sendiri, artinya saya bisa mengimbangi penghasilan, dengan kemampuan saya sendiri.
Jadi setidaknya, aset saya lebih banyak dibandingkan dengan aset agen (downline) saya. Karena jika ada sesuatu diluar dugaan, saya bisa mengatasinya. Dan tidak dicap sebagai penipu 🙂
Selesai

Pemasaran Berjenjang (Multi Level Marketing) VS Permainan Uang (Money Game) 

Kesimpulan
Pemasaran Berjenjang bukanlah permainan uang. Ciri-ciri yang paling mendasar dari money game adalah lebih mengutamakan perekrutan anggota sedangkan pemasaran berjenjang lebih mengutamakan transaksi penjualan.
Jadi bisa dikatakan Bahwa Pemasaran Berjenjang Adalah Versus Permainan Uang.
Semoga Artikel ini bisa bermanfaat dan bisa sedikit memberikan wawasan untuk anda serta bisa menjadikan anda untuk semakin bijak dalam menentukan pilihan yang tepat.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada pembaca. Artikel ini tidak bermaksud untuk menjatuhkan atau menyinggung sebagian atau seluruh perusahaan money game atau sejenisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *